A Little Miracle
Sabtu, 15 October 2022.
Pagi ini aku bangun lebih awal yaitu jam 07.30 WIB. Kenapa lebih awal, bukannya itu sudah siang? Bagiku di hari Sabtu adalah hari bebas, dimana hari Minggu sampai Jumat sudah punya schedule bangun pagi dan setup alarm. Khusus Sabtu aku mematikan alarm dan bangun disaat mata melek dengan sendirinya. Pagi itu aku awali dengan melakukan kegiatan mencuci baju karena ketika aku paksakan untuk tidur lagi ternyata ga bisa. Karena aku tidak punya jadwal kemana-mana hari ini, maka setelahnya aku menjalani hari libur ku dengan bersantai dan menonton drakor sampai nanti kegiatan rutinku untuk latihan paduan suara di gereja jam 15.30 WIB.
Tidak ada yang spesial pada hari itu. Hingga pada jam 12.00 WIB hujan mulai mengguyur kota Bandung. Dengan sigap nya aku berlari ke lantai 4 tempat tinggalku untuk mengambil jemuran, untungnya pakaian sudah kering semua. Aku sedikit khawatir karena sebentar lagi akan pergi latihan. 'Mudah-mudahan hujan sudah berhenti ketika nanti aku mau berangkat.' benakku dalam hati. Lalu akupun melanjutkan nonton drama korea.
Jam sudah menunjukkan pukul 14.30 WIB akan tetapi hujan semakin deras membasahi jalanan. Udara yang dingin sangat mengundang untuk tidur kembali. Keinginan ku untuk pergi latihan mulai goyah. dalam hati aku berkata 'Apa aku gausah latihan aja hari ini ya, hujannya deras banget, kalau mandi sekarang pasti dingin banget, toh kan pelayanan nya akhir bulan jadi latihannya masih bisa ikut minggu depan'. Sungguh aku mencari alasan untuk membenarkan keinginanku. Akan tetapi setelah berfikir lumayan lama akhirnya aku meneguhkan hati untuk mandi walaupun dingin dan tetap pergi latihan. 'Ah siapa tau setelah aku mandi nanti hujan reda' tutur batinku.
Aku mandi di kamar mandi lantai 3, dimana jendelanya terbuka sedikit dan udara luar bisa masuk dan kita bisa melihat keadaan diluar. Air semakin dingin karena sudah tercemar udara dari luar. Aku melihat keluar jendela dan sepertinya tidak ada pertanda hujan akan berhenti. Lalu akupun tertegun sebentar dan berdoa dalam hati 'Ya Tuhan, sebenarnya aku ingin pergi latihan akan tetapi hujan sangat deras. Maafkan aku Tuhan sepertinya hari ini aku tidak latihan dulu, tapi jika hujan tiba-tiba berhenti aku akan pergi'. Akupun mempercepat mandiku karena kedinginan dan segera keluar. Segera setelah masuk kamar aku melihat jam sudah menunjukkan pukul 15.30 WIB. Aku berpakaian dengan santai karena sadar sudah telat dan hujan belum berhenti.
Tiba-tiba ponsel ku berdering, aku cek dan ternyata notifikasi dari grup padus. Ya, yang hadir masih 4 orang. Aku diam tertegun melihat hanya sedikit yang datang. Aku merasa harus hadir agar setidaknya tidak terlalu sepi. Di dalam diam aku menyadari sesuatu, ternyata bunyi hujan sudah tidak terdengar. Segera aku melihat keluar jendela dan ternyata benar hujan sudah berhenti. Aku takjub dengan keadaan ini. Tuhan dengan cepat mengubah cuaca. 'Baik Tuhan, aku akan berangkat ke gereja untuk latihan, trimakasih sudah menghentikan hujan tepat pada waktunya dan tidak membiarkanku hanya diam dikamar.' kataku dalam hati. Walaupun jam sudah menunjukkan sudah hampir pukul 16.00 WIB aku tetap berangkat. Pada saat sampai di gereja jam 16.10 WIB, ternyata latihan baru dimulai karena menunggu orang yang hadir. Ya, aku tidak telat. Aku hadir tepat pada waktunya.
Kejadian ini kembali membuat aku merasakan adanya suatu keajaiban kecil hadir dalam hidupku. Merasakan kehadiran Tuhan ketika hati sedang goyah. Dengan lugas dan tegasnya Tuhan menjawab doa singkatku yang secara tidak sadar ingin bernegosiasi dengan keadaan. Aku bersyukur dengan kejadian kali ini dimana membuat aku semakin tersadar bahwa Tuhan selalu hadir di setiap perjalanan hidup kita. Baik itu peristiwa besar bahkan yang kecil sekalipun. Marilah kita semua tidak hentinya selalu bersyukur dan selalu ingat komitmen kita dalam hidup ini. Tuhan selalu hadir dan menjaga kita sepanjang waktu.
Komentar
Posting Komentar