2020
YA..
Pasti kebanyakan orang jika mendengar dan membahas tentang tahun 2020 akan berkata, 'ada apa dengan tahun ini' 'aku dipaksa menjadi orang kuper' 'ga bisa kumpul keluarga' 'kontrak kerja ga diperpanjang' 'aku di PHK' dan lain sebagainya. masih banyak contoh-contoh keluh kesah orang-orang dimana-mana. Kita throwback sebentar. Bayangkan saja, di awal tahun 2020 tepat tanggal 1 januari 2020 terjadi banjir mengerikan and guess what? aku berada dan melihat langsung kejadian tersebut. Begini ceritanya.
Ketika itu aku bersama keluargaku yang ada di daerah Bandung dan jabodetabek berkumpul (aku tidak pulang kampung jadi aku ga kumpul sama mama dan abangku). Kami berencana merayakan tahun baru dan ibadah keluarga di Bogor. Semua berjalan dengan lancar sampai dengan tanggal 31 Desember 2019, tidak ada yang menyangka akan terjadi apa di hari selanjutnya. Di malam hari mulai turun hujan deras, dan rencana kami untuk menyalakan petasan, kembang api dll jadi tertunda tetapi akhirnya tetap dinyalakan walaupun tidak se excited sebelumnya. sayang kan udah dibeli tapi tidak digunakan? haha. Akhirnya kami pun memulai hal yg biasa dilakukan ketika menutup akhir tahun dengan ibadah dan mandok hata. aku tidak akan membahasnya lagi karena aku sudah bahas tentang ini di postingan sebelumnya. setelah itu semua siap-siap untuk tidur.
Di pagi hari sekitar puku 05.00 ketika belum sepenuhnya aku terbangun dari tidurku, aku mendengar bouku melakukan percakapan melalui handphone. Aku masih belum sadar benar dan belum bisa memahami isi percakapannya. Setelah beberapa saat ketika aku sudah siap untuk bangun (jujur aku sebagai anak kosan jarang banget bangun sepagi itu) aku melihat raut muka bou au yang terlihat kawatir dan tidak tenang. Aku bingung 'apa yang sedang terjadi?' tegun ku dalam hati. Lalu aku mulai mencerna apa yang telah terjadi ketika mereka berbicara dalam bahasa simalungun. Ternyata banjir bandang telah terjadi dan membuat rumah bou aku yang ada di Bekasi terkena imbasnya. dan ternyata hujan masih belum berhenti sampai saat itu. 'pantasan saja tidurku nyenyak' pikir ku dalam hati karena as you know hujan membuat kita nyenyak tidur and of course karna pake AC juga tidur ku semakin dalam. Karena hal itu, rencana kami yang akan holiday keliling Bogor harus dibatalkan. Bou yang ada di Bekasi harus pulang untuk mengurus rumah yang kebanjiran, dan semua keluarga akhirnya pulang ke kotanya masing-masing.
Belum ada firasat buruk yang akan terjadi di tahun 2020 karena dalam benakku hal ini sering terjadi dan yaudah jalani saja. Aku dan keluarga yang dari Bandung melakukan perjalan pulang ke Bandung. Tau apa yang membuat aku kesal? kemacetan terjadi dimana-mana, kami seharian berada di jalanan karena macet akibat banjir. Ya, banjir sudah masuk ke tol sehingga beberapa jalan ditutup, aku melihat rumah yang terendam, barang-barang yang mengambang dimana-mana, air yang berwarna keccoklatan, dan kendaraan yang stuck di tempatnya masing-masing. Karena hal itu, kami bisa jalan-jalan keluar melihat kemacetan dan semrautnya jalanan. Kami pun tiba di Bandung di malam hari. Ya, tahun baruku sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Bukan capek karena holiday tapi karena capek karena kemacetan.
Dibulan setelahnya Puji Tuhan aku mendapatkan pekerjaan yang bertepatan dengan diumumkannya bahwa covid-19 sudah masuk ke Indonesia. Seketika aku kawatir tapi berusaha untuk tetap tenang dan menjalani kehidupan yang baru ini. Aku dimasa probation selama 3 bulan tapi banyak hal yang ku alami, bulan pertama adanya demo dan inspeksi pajak, bulan kedua awal mulai wfh dan dipotong nya gaji, bulan terakhir aku pun menyadari bahwa kontrakku tidak bisa dilanjutkan karena banyak perusahaan yang sedang sulit akibat pandemi salah satunya tempat aku bekerja pada saat itu. Aku berusaha legowo menghadapi keputusan tersebut dan mulai mencari pekerjaan selanjutnya.
Setelah hal tersebut aku 'menjelajah' kesana kemari dan satupun tidak ada yang berhasil denganku. aku mulai kembali frustasi seperti pada saat awal dulu mencari pekerjaan. Tetapi aku tidak mau mengulang kesalahan yang sama sehingga membuat sakit ku kambuh karena rasanya sangat tidak enak. Aku berusaha mengendalikan pikiranku agar tidak stres, ya walaupun akhirnya timbanganku turun. Sekian waktu aku jalani dengan begitu saja, tidak ada goals yang tercapai tahun itu kecuali pernikahan abangku. Abangku berhasil mengadakan acara pernikahan dan dilangsungkan juga adat pada saat itu dengan ketentuan kesehatan yang berlaku. Puji Tuhan tidak ada yang terjangkit covid-19 termasuk semua undangan, keluarga, dan semua yang hadir. Setelahnya aku kembali ke Bandung dan melanjutkan hidupku.
Berwaktu-waktu kulalui seperti itu saja, seperti terkekang tapi atas ijin diri. Karena wabah ini memaksa untuk tidak bersosialisasi membuat aku semakin stres, merasa hidup tidak ada gunanya. apalagi melihat di sosial media banyak teman seumuranku yang sudah memiliki suatu pencapaian dan growup menuju kesuksesannya. Aku membandingkan dengan diriku pada waktu itu. Aku kesal pada diri sendiri. Pada saat itu adalah saat paling down dalam hidupku yang berlangsung cukup lama. Merasa selalu tidak beruntung padahal sudah berusaha dan bekerja keras dengan melatih diri dengan skill-skill baru. Tapi tidak ada hasil dari sekian banyak usaha itu. Dan pada akhirnya aku menyerahkan semuanya kepada Tuhan.
Diakhir tahun 2020, bulan Desember. Aku mengikuti beberapa kegiatan pelayanan di gereja karena sudah lama juga gereja tidak dibuka dan ibadah secara online. Aku merasa senang bisa datang ke gereja lagi untuk pelayanan. Berhubung dibukanya pelayanan pernikahan dan bagi bingkisan natal aku ikut sebagai salah satu volunteer. Aku juga mengikuti rekaman untuk acara natal yang diadakan secara online karena menurut aku walaupun tahun 2020 ini sangat buruk buat ku, tapi aku tidak boleh lari dan menjauh dari Tuhan. Sehingga aku tetap ikut dalam pelayanan tersebut.
Pada akhirnya, aku mendapat kabar yang cukup untuk membuatku bersyukur walaupun tetap dalam keadaan terkendali setelah penantian yang cukup lama juga. Aku sudah melalui berbagai hal yang tidak mengenakkan di tahun 2020, aku tidak akan berekspektasi yang tinggi di tahun berikutnya akan tetapi tetap menjalaninya dengan usaha yang tidak kendor karena aku tau, jalan didepan pasti masih lebih banyak bebatuan yang harus dijalani. Bersyukur bulan Desember mendapatkan sukacita, bersyukur masih bisa menjalani kehidupan, bersyukur karena aku dan keluarga masih diberikan kesehatan, bersyukur masih diberikan kepercayaan bahwa aku bisa melewati cobaan ini semua dan Tuhan tetap menguatkan aku, aku percaya jalan kedepannya Tuhan tetap menuntunku walau pasti akan ada rintangan yang semakin sulit nantinya.

Teruslah bersyukur dalam segala yang kita hadapi, kerena kita tau, sehabis hujan akan ada pelangi yang indah.
BalasHapusTerimakasih sudah berkunjung, semoga tulisan ini bermanfaat ya Gbu ^-^
Hapus